3 Cara Memanfaatkan Tanah Kosong Agar Untung Maksimal

July 1, 2016

Sebagai aset tetap, tanah memiliki kelemahan dari sisi likuiditas yang rendah alias susah dijual. Barangkali saja Anda memiliki tanah ribuan m2 bahkan hektar (Ha) yang kini bingung bagaimana harus menjualnya. Tanah yang luas relatif susah untuk menjual karena tidak mudah mendapatkan orang dengan dana cash besar dan memiliki rencana keuangan yang sesuai dengan niat anda untuk menjual tanah tersebut.

Tanah yang luas biasanya merupakan tanah hasil jerih payah Anda sendiri yang dikumpulkan selama bertahun-tahun atau dari warisan Orang Tua. Seringkali orang tidak menjual tanah tersebut kecuali saat kondisi terdesak sedang butuh uang. Akibatnya, akhirnya anda menjual dengan terburu-buru, sehingga Anda akan mendapatkan harga yang rendah. Untuk menghindari hal seperti itu, berikut ini kami uraiakan 3 cara memanfaatkan tanah kosong yang anda miliki tersebut:

Menjaminkan tanah ke bank untuk keperluan bisnis

Cara ini sebenarnya paling beresiko dibandingkan dengan 2 cara berikutnya. Oleh karena itu pertimbangkan dengan cermat dan matang jika anda ingin melakukannya. Bank hanya akan memberikan kredit bagi nasabah yang memiliki kemampuan bayar seperti gaji tetap sebagai pegawai, atau hasil usaha yang sudah mapan, setidaknya setelah berjalan 3 tahun lamanya. Jaminan tanah berapapun luasnya, hanya jadi alternatif kedua buat proteksi jika terjadai gagal bayar oleh nasabah. Prioritas utama tetap penghasilan nasabah.

Jika anda mencoba meminjam dana dengan jaminan tanah untuk tujuan bisnis, pertimbangkan dengan baik, bisnis anda sudah mapan atau maih belum stabil. Karena jika terjadi usaha anda rugi dan gagal bayar, tanah anda akan disita untuk dilelang dan anda akan mengalami rugi besar.

Menjual sebagian tanah dan membangun diatas tanah sisa

Cara ini relatif cerdik, untuk mendapatkan passive income. Syaratnya adalah lokasi tanah anda tidak terlalu luas dan lokasinya sudah ramai. Ambil contoh, anda punya tanah 500m2 di tengah kota dengan panjang lebar 25 x 20 m2, kemudian bisa anda pecah jadi dua, 12×20 m. Satu bagian anda jual dan sisanya anda bangun rumah untuk disewakan. Jika lokasi strategis, cari penyewa juga gampang. Cara ini jadi susah manakala tanah anda relatif luas misalnya 7000 m dan lokasinya di pinggiran kota yang masih sepi. Mungkin menjualnya relatif gampang, tapi siapa yang mau menyewa jika anda bangun sisa tanah untuk tujuan disewakan?

Kerjasama dengan pengembang (developer) untuk Mendapatkan Harga Optimal

Cara ini yang terbilang paling cerdik. Bekerja sama dengan developer dimana anda sebagai pemilik tanah sedangkan developer sebagai pengembang perumahan sangat menguntungkan. Selain bisa mendapatkan harga jual optimal, pemilik tanah juga akan mendapatkan bagi hasil dari bisnis properti (pengembang). Bahkan jika lokasi anda semakin berkembang, pemilik tanah juga masih bisa mendapatkan kenaikan harga tanah tiap tahunnya.

Sistem ini juga relatif aman dari resiko asalkan dalam poin-poin perjanjian dijelaskan secara detil. Jangan lupa untuk memilih pengembang yang jujur dan profesional. Buka internet dan cari informasi sebanyak mungkin untuk sistem seperti ini karena saat ini banyak pengembang yang menawarkan sistem kerjasama pengelolaan tanah.

Sistem kerjasama seperti ini memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak yaitu:

    ·Bisa meningkatkan nilai jual tanah, karena tanah yang dijual akan diberikan nilai tambah berupa bangunan dan infrastruktur.

    ·Membantu mempercepat penjualan tanah yang luas karena menjual dalam bentuk rumah lebih mudah laku dibandingkan dalam bentuk tanah

Nah, sudah tahu kan solusi memanfaatkan tanah kosong yang mudah dan menguntungkan?

Kategori:
Investasi
Tagged With:
Tanpa tag